9 Tren Pendidikan yang Perlu Disimak Guru

Tahun ajaran 2018/2019 akan segera berakhir. Saatnya Bapak Ibu Guru mengambil nafas, beristirahat, dan bersiap untuk tahun ajaran 2019/2020. Seiring dengan tuntutan generasi siswa yang semakin dinamis, maka pembelajaran di kelas pun dituntut untuk semakin dekat dengan kemajuan teknologi. Mari simak 9 tren pendidikan yang perlu Bapak Ibu ketahui.

 

1. Sistem Pembelajaran Terintegrasi

Dengan dunia digital yang semakin berkembang, kita tentu tidak ingin pembelajaran di kelas sama saja dengan kondisi 100 tahun lalu. Salah satu solusinya adalah dengan menghadirkan kelas digital yang terintegrasi dalam sebuah sistem. Sistem ini biasanya disebut Learning Management System (LMS) atau Virtual Learning Environment (VLE). Di dalamnya, guru dapat berbagi materi belajar, lembar kerja, dan tugas untuk dikerjakan siswa, serta langsung memberikan penilaian di dalamnya. Sistem ini akan terhubung dengan orang tua sehingga orang tua dengan mudah memantau perkembangan belajar anak-anaknya.

 

2. Pembelajaran yang Dipersonalisasi

Personalized learning akan menjadi tren penting tahun ini karena siswa dapat belajar tanpa khawatir tentang kendala perangkat, lokasi, dan waktu. Ini bahkan mengubah cara penyampaian materi atau proses pembelajaran sehingga siswa dapat menyesuaikan kecepatan belajar dan pemahaman mereka. Siswa akan mendapatkan fleksibilitas atau kebebasan untuk belajar sesuai kecepatan mereka dan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan pada akhir tahun ajaran. Pembelajaran yang dipersonalisasi akan dapat mengakomodir gaya belajar siswa yang berbeda-beda.

 

3. Belajar dengan Potongan Kecil (Bite-Sized)

Rentang perhatian siswa yang pendek selalu menjadi masalah di ruang kelas. Siswa seringkali berjuang untuk mengatasi teks yang panjang dan intens. Konten pembelajaran yang tidak interaktif dan berfokus pada teks telah mengurangi minat dan kemampuan belajar siswa. Dengan munculnya teknologi digital, guru dapat membuat pembelajaran lebih singkat untuk mengurangi intensitas dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Model pembelajaran ini dibagi menjadi beberapa aktivitas kecil yang interaktif sehingga mendorong siswa memberi perhatian 100% selama sesi pembelajaran.

 

4. Internet of Things

Internet of Things (IoT) tidak hanya menjadi primadona untuk smart house, tetapi juga dapat memberi pilihan bagi guru dan sekolah untuk mengatur kegiatan sehari-hari dengan lebih baik. Ini bahkan memberikan pilihan tambahan seperti membagikan hasil belajar siswa dengan guru lain atau orang tua secara real time atau melacak penyelesaian pekerjaan rumah dengan mudah. Guru juga dapat dengan mudah mengevaluasi strategi pengajaran mereka melalui jajak pendapat.

 

5. Ruang kelas yang Fleksibel

Pernahkah Bapak Ibu berpikir, desain ruang kelas yang ada sekarang tidak banyak berubah dibandingkan ratusan tahun lalu, saat sekolah pertama kali didirikan? Lalu, apakah desain ruang kelas itu penting? Penelitian membuktikan bahwa hal itu dapat memiliki dampak luar biasa pada cara siswa memandang pendidikan. Kita bisa mulai dengan cara sederhana, misalnya memberi siswa kebebasan untuk memilih cara yang mereka inginkan untuk duduk di kelas. Bagaimanapun, ini adalah tentang kebebasan yang dialami siswa, yang pada gilirannya mengubah cara dan sikap mereka terhadap aktivitas belajar.

 

6. Revolusi Ujian

Bukan hanya revolusi mental saja yang perlu digembar-gemborkan. Kita harus bisa merevolusi cara kita melakukan ulangan dan ujian. Dengan adanya teknologi, sekolah dimungkinkan untuk mengelola ujian dalam sebuah sistem digital. Infrastruktur atau logistik tidak lagi menjadi hambatan. Dengan teknologi ini, siswa dapat mengikuti ujian dimana saja, dengan mengandalkan fitur pintar untuk melacak dan memantau melalui streaming gambar, video atau audio. Bayangkan berapa banyak kertas yang bisa dihemat sekolah, dan berapa banyak waktu yang bisa dihemat guru untuk memeriksa ujian.

 

7. Beralih dari STEM ke STEAM

Beberapa tahun ini, tren pendidikan yang sangat menarik adalah pendekatan STEM, yaitu metode pendidikan integral antara sains, teknologi, teknik/mekanika, dengan matematika. Akan tetapi, industri masa kini meminta tenaga profesional yang juga memiliki kreativitas dan seni. Hadirnya “Arts” pada pendekatan STEM memberikan relevansi pembelajaran kepada siswa, dan juga meningkatkan kemampuan berpikir kreatif untuk menghasilkan inovasi.

 

8. Papan Cerdas

Papan cerdas atau smart board tidak hanya berfungsi mengubah tulisan analog menjadi digital. Papan cerdas mengatasi berbagai masalah peralatan di kelas. Bayangkan komputer, speaker, dan proyektor tergabung menjadi satu perangkat. Jika papan cerdas terhubung dengan internet, maka alat ini akan menjadi semakin powerful. Bapak Ibu dapat menyelenggarakan seminar kecil dengan pembicara ahli dari luar sehingga pembelajaran di kelas menjadi semakin kaya. Ditambah lagi, apapun coretan di papan akan dapat disimpan dengan mudah.

 

9. Flipped Classroom

Seringkali hambatan utama dalam mengajar adalah keterbatasan waktu dalam menyampaikan materi. Belum lagi, masalah yang dihadapi siswa saat mereka kesulitan mengerjakan soal di rumah. Metode flipped classroom memutarbalikkan ini semua. Dengan adanya konten digital seperti video, ebook, audio, dan sebagainya, guru dapat memberikan materi melalui internet untuk dipelajari siswa di rumah. Ketika bertemu di kelas, siswa sudah memiliki pemahaman materi yang akan dipertajam dengan aktivitas interaktif seperti latihan soal atau proyek kelas dalam kelompok. Bayangkan pembelajaran akan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

 

 

Semoga berbagai tren dan perubahan ini dapat membawa kebaikan ke dalam ruang kelas dan memungkinkan Bapak Ibu untuk mendidik warga negara yang lebih baik untuk hari esok. Jangan lupa untuk menyimak berbagai materi belajar digital yang menarik dari Primaindisoft.com!

Komentar