7 Guru yang Berjuang dalam Memerdekakan Indonesia

Sejak lama kita hanya mengenal profesi guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jarang sekali disadari bahwa banyak pahlawan besar Indonesia yang justru adalah seorang guru. Siapa saja mereka?

Jenderal Besar Soedirman

 

Jenderal Besar Soedirman

Jenderal Soedirman awalnya adalah seorang guru dan kepala sekolah di sebuah sekolah dasar yang dikelola oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Ketika Jepang datang, Soedirman bergabung dengan organisasi militer PETA bentukan Jepang. Dan ketika Belanda kembali datang, Soedirman diangkat menjadi jenderal yang memimpin pasukan melakukan gerilya melawan Belanda.

 

Ki Hadjar Dewantara


Ki Hajar Dewantara

Menurut Ki Hadjar Dewantara, “pengajaran” bersifat memerdekakan manusia.
Ki Hadjar Dewantara berjuang dengan pena dan gagasannya. Dia mendirikan organisasi Indische Partij yang berpolitik untuk memperjuangkan hak-hak dan kemerdekaan rakyat Indonesia. Ki Hadjar Dewantara juga mendirikan sekolah-sekolah serta menulis berbagai buku dengan tujuan memajukan pendidikan rakyat dan mempopulerkan ide pergerakan nasional untuk menuju kemerdekaan.

Setelah zaman kemedekaan, Ki Hadjar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (Bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya, 2 Mei , dijadikan Hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

 

Oemar Said Tjokroaminoto


O.S Cokroaminoto

Haji Oemar Said Tjokroaminoto, atau sering disebut HOS Tjokroaminoto adalah seorang ulama pendiri Sarekat Islam (SI) dan seorang guru besar yang menghasilkan tokoh-tokoh dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia seperti  Semaoen, Alimin, Soekarno, Kartosuwiryo, dan Tan Malaka. Organisasi SI pimpinan Tjokroaminoto sendiri secara politik adalah yang pertama memelopori pergerakan nasional untuk menuju kemerdekaan.

 

Kyai Haji Ahmad Dahlan


Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan dalah seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah. Ahmad Dahlan dikenal atas jasa-jasanya mengajarkan tentang keIslaman yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan keikhlasan beramal bagi masyarakat luas. Dengan Muhammadiyah, Ahmad Dahlan telah memelopori kegiatan sosial di bidang pendidikan yang sukses menghasilkan banyak guru besar seperti Ki Hadjar Dewantara dan Jenderal Besar Soedirman.

 

KH Hasyim Asy’ari


KH Hasyim Asyari

Hasyin Asy’ari adalah seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru. Hal ini tidak lepas dari kemampuannya yang tidak hanya paham ilmu agama namun juga hukum Belanda.

Raden Ajeng Kartini


Raden Ajeng Kartini

Tidak lengkap pastinya jika tidak menyebut Kartini sebagai guru yang berhasil memerdekakan Indonesia. Bukan dalam hal mengangkat senjata melawan penjajah, tetap memerdekakan para perempuan Indonesia dari larangan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kartini mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagaiGedung Pramuka. Pada tahun 1912, sebuah keluarga Belanda, yaitu Keluarga Van Deventer mendirikan sekolah wanita di bawah Yayasan Kartini di Semarang. Sekolah ini kemudian diberi nama “Sekolah Kartini dan membuka cabang di daerah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon.

 

Dewi Sartika

Dewi Sartika
Selain Kartini, Dewi Sartika adalah pejuang emansipasi perempuan lainnya. Sejak kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan kecintaannya akan mengajar. Sambil bermain, ia sering mengajari teman-temannya baca-tulis dan bahasa Belanda karena Dewi Sartika sendiri bersekolah di sekolah Belanda. Ia menggunakan alat-alat sederhana seperti papan, arang, dan pecahan genting untuk alat bantu mengajar.

Dalam hatinya, Dewi Sartika memiliki keinginan besar untuk memajukan pendidikan bagi perempuan yang  saat itu masih dijajah oleh adat dan tradisi yang mewajibkan perempuan hanya boleh berdiam diri di dalam rumah. Ia mendirikan Sakola Istri (sekolah perempuan) yang kemudian menginspirasi sekolah-sekolah sejenisnya di tanah pasundan.

Sebenarnya masih banyak guru-guru lainnya yang berjuang dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Sebagian dari mereka kita kenal dan sebagian lain tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.

Lihat materi Museum Pahlawan Kemerdekaan sebagai pembelajaran mengenal sosok-sosok yang berjuang dibalik kemerdekaan Indonesia.

Selamat Hari Pahlawan bagi para guru, hormat kami padamu seperti kami menghormati para pahlawan negara.

Komentar