3 Cara Mudah Melatih Siswa Berpikir Kritis

Lakukan 3 cara mudah melatih siswa berpikir kritis ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir mereka.

 

Tahukah Anda bahwa anak sesungguhnya punya kemampuan berpikir yang luar biasa? Namun, mereka membutuhkan arahan untuk mengasah kemampuan itu dan mengubahnya menjadi keterampilan yang sungguh mereka kuasai. Keterampilan berpikir kritis akan membantu mereka sukses di sekolah maupun kehidupan mendatang.

Melatih siswa berpikir kritis sejatinya bisa dilakukan sedini mungkin, mulai dari bangku SD misalnya. Untuk menajamkan keterampilan tersebut, Anda sebagai guru harus terus mengembangkan dan melatih siswa secara berkelanjutan lewat proses pembelajaran di kelas.

Peter Worley, co-CEO dan co-founder The Philosophy Foundation menuturkan cara berpikir kritis ini harus jadi sebuah kebiasaan. Maka, kebiasaan itu harus dibangun sedini mungkin. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk melatih siswa berpikir kritis?

Dorong situasi pro-kontra

Saat siswa bisa mengungkapkan tidak setuju atau setuju dengan suatu hal menunjukkan ia bisa berpikir kritis. Namun, Anda harus mengajarinya dengan benar, yakni dengan meminta anak mengemukakan alasan mengapa mereka memilih bersikap demikian. Cara ini melatih mereka untuk mengambil sikap dan keputusan, serta mengevaluasinya apakah pilihan itu sudah tepat atau belum.

Tanyakan beberapa pertanyaan terbuka

Saat siswa menanyakan sesuatu, daripada memberikan jawaban langsung, bantu ia berpikir kritis dengan menanyakan kembali hal yang ia tanyakan. Misalnya, respons pertanyaannya lewat kalimat, “Menurutmu, kenapa hal itu bisa terjadi?” Anda dapat mengacu pada 5W 1H (who, what, where, when, why, how) untuk membangun diskusi terbuka dengan siswa.

Cara ini juga membantunya terlatih dan terbiasa menanyakan sesuatu dari setiap informasi yang ia dapatkan. Jadi, ia tidak punya kecenderungan untuk menelan bulat-bulat informasi tersebut tanpa mengkritisinya.

Tahan diri untuk tidak mengintervensi

Ketika Anda sedang berdiskusi lewat serangkaian pertanyaan pada siswa, tahan diri untuk tidak mengintervensinya segera. Misalnya, tergoda memberi jawaban langsung atau melontarkan kalimat yang meminta ia lekas menjawab. Waktu jeda ini memberi kesempatan anak untuk merefleksikan respons dan memikirkan masak-masak jawaban yang akan ia beri pada Anda.

 

 

Demikian 3 cara melatih siswa berpikir kritis yang bisa Anda praktikkan di kelas. Cara ini tak hanya mengembangkan keterampilan berpikir kritis saja, tetapi juga mendorong anak lebih kreatif dalam mencari berbagai solusi untuk memecahkan suatu masalah. Selamat mencoba!

Komentar