4 Sosok Intelektual yang Mempelopori Kebangkitan Nasional Indonesia

Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, yuk berkenalan dengan sosok-sosok pelajar yang mempelopori pergerakan pemuda di Indonesia.

 

Tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pada tanggal itu pula tahun 1908, berdiri sebuah organisasi pelajar, Boedi Oetomo, yang juga merupakan cikal-bakal pergerakan pemuda di masa pendudukan Hindia-Belanda. Hadir empat figur intelektual lintas generasi yang menjadi motor pergerakan bangkitnya semangat para pemuda Indonesia. Siapa sajakah empat sosok itu? Mari berkenalan dengan tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan nasional Indonesia berikut ini.

 

1. dr. Soetomo

Soetomo merupakan pendiri Boedi Oetomo, organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia. Dr. Soetomo mendirikan Boedi Oetomo saat beliau masih menempuh pendidikan di sekolah kedokteran STOVIA. Bersama dengan rekan-rekannya yang lain, Dr. Seotomo juga mendirikan organisasi pergerakan nasional lain, seperti Indonesian Study Club dan Parindra (Parta Indonesia Raya).

 

2. dr. Cipto Mangunkusumo

Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu sosok yang terlibat dalam pembentukan organisasi Boedi Oetomo. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker, beliau tergabung ke dalam Tiga Serangkai, perkumpulan yang mencetuskan ide penyerahan pemerintahan daerah kepada penduduk lokal, bukan Belanda. dr. Cipto Mangunkusumo pun dikenal sangat vokal menyuarakan pendapatnya mengenai kebudayaan Keraton Jawa yang dinilai feodal. Atas berbagai ide dan opini yang bagi pemerintah Belanda dinilai radikal, dr. Cipto Mangunkusumo kerap mendapatkan hukuman pengasingan.

 

3. Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau juga merupakan bagian dari Tiga Serangkai dan aktif dalam pergerakan pendidikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Ki Hajar Dewantara merupakan sosok penting di balik berdirinya Perguruan Taman Siswa, lembaga pendidikan formal untuk pribumi. Berkat kontribusinya dalam bidang pendidikan dan pergerakan nasional, hari lahir Ki Hajar Dewantara, 2 Mei, ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah.

 

4. Ernest Douwes Dekker

Meski tidak berdarah pribumi, Ernest Douwess Dekker merupakan tokoh yang vokal menyuarakan hak-hak kaum pribumi atas kesewenang-wenangan pemerintah Belanda. Beliau juga merupakan salah satu anggota Tiga Serangkai atau Indische Partij bersama dr. Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Karya fenomenal Ernest Douwes Dekker yang menyinggung tirani pemerintah Belanda, Als Ik Een Nederlander Was (Seandainya Saya Orang Belanda), membangkitkan semangat para pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Itulah empat sosok penting di balik kebangkitan nasional Indonesia. Dari keempat sosok di atas, kita dapat belajar arti penting kontribusi pemuda bagi kemajuan sebuah bangsa.

Bagi pelajar, kontribusi dan perjuangan dapat tecermin dalam semangat meraih pendidikan. Lengkapi proses belajar kalian dengan beragam konten edukasi dari Primaindisoft yang menyajikan materi pelajaran dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Komentar