Demam Berdarah Dengue Sedang Mewabah… Kenali Gejalanya!

Seiring dengan masuknya musim pancaroba, berbagai penyakit pun mulai mewabah. Salah satunya, demam berdarah dengue (DBD). Demam berdarah dengue adalah penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Virus ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, bintik merah pada kulit, dan nyeri di seluruh tubuh. Sebagian besar kasus demam berdarah dengue yang ringan sembuh dengan sendirinya setelah sekitar satu minggu.Gejala demam berdarah dengue tidak selalu muncul pada anak. Banyak anak-anak dengan demam berdarah dengue tidak menampakkan gejala. Namun, beberapa anak lainnya memiliki gejala ringan yang muncul kapan saja dari 4 hari sampai 2 minggu setelah digigit oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Yuk, mengenali gejala demam berdarah dengue pada anak!

Ciri-ciri & Gejala Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Tanda-tanda umum dan gejala demam berdarah dengue pada anak, antara lain:

  1. Mendadak demam tinggi, bisa mencapai 39-40° C.
  2. Sakit di belakang mata, nyeri sendi, otot, atau tulang.
  3. Sakit kepala yang hebat.
  4. Muncul bintik-bintik merah di sebagian besar tubuh.
  5. Perdarahan ringan dari hidung (mimisan) atau gusi.
  6. Kulit mudah memar.
  7. Terkadang disertai batuk dan pilek, tidak nafsu makan, mual dan muntah serta gatal pada telapak kaki.

Dalam semua kasus infeksi demam berdarah dengue, baik yang ringan maupun yang berat, hindarkan penderita dari gigitan nyamuk. Hal ini karena nyamuk yang menggigit tadi akan tercemar virus dan apabila nyamuk tadi menggigit orang lain maka orang itu akan bisa tertular penyakit tersebut. Usaha ini akan membantu mencegah penyakit menyebar ke orang lain.

Cara Mencegah Demam Berdarah Dengue

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam berdarah. Namun, ada cara-cara untuk melindungi anak dari penyakit DBD, yaitu dengan mencegah kemungkinan mereka digigit oleh nyamuk Aedes.

Kita dapat melakukan tindakan pencegahan demam berdarah dengue berikut:

  1. Anjurkan anak-anak untuk memakai kemeja lengan panjang, celana panjang, sepatu, dan kaus kaki ketika mereka pergi ke luar, dan menggunakan kelambu di atas tempat tidur mereka.
  2. Batasi jumlah waktu anak-anak untuk menghabiskan waktu luar rumah pada siang hari, terutama di jam sekitar pagi dan sore, saat nyamuk Aedes paling aktif.
  3. Jangan memberikan tempat nyamuk berkembang biak. Nyamuk bertelur di dalam air bersih, jadi singkirkan genangan air yang biasanya terdapat pada ban bekas, tempurung kelapa yang terbuka, barang rongsokan yang tergenang air, dan rajin menguras bak mandi dan mengganti air vas bunga serta tempat minum burung setidaknya seminggu sekali.

Sekian pembahasan singkat tentang gejala demam berdarah dengue pada anak. Semoga dapat memberi pengarahan yang bermanfaat untuk para orang tua.

Post Author: blog_primaindisoft

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *